Misi Bisnis Bukan Sekedar Memperkaya Pengusaha


Seorang pebisnis besar dari Jepang, Konosuke Matsushita, pernah menyatakan bahwa misi bisnis adalah mengatasi kemiskinan, membebaskan masyarakat dari kesengsaraan, dan membawanya ke tingkat yang sejahtera. Bisnis bukan untuk memperkaya pengusaha, toko, atau pabrik, melainkan masyarakat. Masyarakat membutuhkan dinamika dan vitalitas bisnis untuk memperbanyak dan membagi adil hasil-hasilnya. Hanya dengan keadilan itu bisnis akan berhasil baik dan sukses.

misi bisnis

Dunia usaha memegang peranan sangat penting dalam perkembangan suatu negara. Selain untuk meningkatkan dinamika perekonomian, dunia usaha juga diharapkan dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Dunia bisnis juga diharapkan dapat mendukung munculnya struktur sosial dari wirausahawan skala menengah yang kuat. Konfigurasi ekonomi Indonesia yang timpang akibat dominasi skala mikro tidak cukup kondusif untuk mendukung perkembangan dan kemajuan bangsa ke depan. Lihat info tentang pelatihan bisnis

Pengalaman dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, ataupun Singapura, dukungan dari kelompok wirausahawan sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa. Kelompok pelaku usaha skala menengah yang cukup besar dan tangguh, sangat berperan dalam membangun perekonomian nasional yang kuat. Indonesia membutuhkan wirausahawan skala menengah yang profesional dan kuat untuk mendorong perekonomian dan kemajuan bangsa.

Lantas bagaimana dengan kiprah pengusaha muda ? Tidak mudah untuk mendapatkan data yang akurat tentang eksistensi pengusaha muda. Data BPS, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, maupun sejumlah asosiasi usaha umumnya tidak memilah secara spesifik data pelaku usaha menurut golongan usia. Umumnya hanya mengkategorisasikan berdasarkan jenis usaha.

Secara umum, perkembangan dan pertumbuhan bisnis di Indonesia sesungguhnya memperlihatkan data yang menggembirakan. Dari segi kuantitas, saat ini terdapat sekitar 41,7 juta unit usaha di negara kita, dari skala mikro dan tidak berbadan hukum hingga perusahaan besar dan multinasional. Namun dari jumlah ini perbandingan usaha besar dan kecil ternyata sangat timpang.

Menurut BPS, struktur konfigurasi ekonomi Indonesia didominasi jenis usaha ekonomi rakyat atau yang sering disebut usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencapai 99 persen. Uniknya, dari jumlah UKM ini, sebanyak 98 persennya atau sekitar 39 juta lebih adalah usaha skala mikro yang sebagian besar tidak berbadan hukum. Keterangan lebih detail kunjungi http://bisnis.mitraukm.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *