Beberapa nama brand Indonesia yang dianggap brand asing


31140377931-produk-indonesia

“Cintailah produk dalam negeri”. Ya , itu adalah jargon yang mungkin sering kita dengar. Masyarakat Indonesia yang konsumtif, sebenarnya adalah pasar yang bagus untuk para pengusaha Indonesia untuk mengembangkan dan menjual produknya di dalam negeri. Namun yang menjadi masalah adalah, banyak konsumen di Indonesia yang masih mengandalkan gengsi dan pada akhirnya masih menggunakan produk luar yang mana kualitasnya pun tidak jauh berbeda dengan kualitas produk dalam negeri. Nah disini kami akan sebutkan beberapa nama Brand Indonesia yang masih dikira produk dari luar.

  1. Polygon

Pasti kamu mengenal merek sepeda yang satu ini kan? Mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, sepeda BMX, sampai sepeda lipat telah dikeluarkan oleh pabrik sepeda yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Soal kualitas, kamu tidak perlu meragukannya. Banyak pengguna biasa sampai komunitas penggemar sepeda memakai produk lokal ini. Rupanya pemilik Polygon memilih strategi bisnisnya dengan menjual barangnya di luar negeri lebih dahulu sebelum menjualnya di dalam negeri, agak miris memang alasan dia mengambil taktik seperti ini, yang rupanya disebabkan karena orang-orang Indonesia cenderung lebih percaya dengan produk luar negeri ketimbang produk lokal.

  1. Polytron

Mungkin saja di rumah kamu memiliki tv, radio tape atau alat elektronik lain ber-merk Polytron? Tapi kami yakin kebanyakan kamu tidak mengetahui kalau ternyata produk ini asli Indonesia. Perusahaan yang mempunyai pabrik di Kudus dan Semarang ini bisa dibilang sudah jaminan kualitas. Karena sejak tahun 1970-an perusahaan ini telah membuat televisi dan dengan kualitas yang tidak kalah dengan buatan Korea dan Jepang.

  1. GT Radial

Ban produksi PT Gajah Tunggal mulai menapaki aspal jalan di negara-negara Timur Tengah dan Asia sejak tahun 1983, lewat ban berteknologi bias (cross-ply) untuk kendaraan niaga seperti truk, bus dan mobil angkutan. Baru pada tahun 1992, PT Gajah Tunggal mengekspor ban jenis radial (steel belted) dengan label GT Radial, untuk kendaraan sedan dan truk ringan sampai ke Amerika Serikat. Saat ini GT telah mengekspor ke lebih dari 80 negara di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia (kecuali China), Afrika, Australia dan Selandia Baru, dengan nilai ekspor pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 2,6 trilun, dan tahun 2008 diperkirakan mencapai sekitar Rp 3 triliun. Awal keberhasilan tersebut diperoleh berkat rajin mengikuti pameran dagang yang diselenggarakan di mancanegara.

  1. Hypermart

Hypermarket adalah brand local asli Indonesia. Hypermarket adalah sebuah produk hiper-market (pasar swalayan besar) dari PT Matahari Putra Prima (MPP) yang dulunya bernama PT Matahari Departemen Store, sejak 1997 dibeli sahamnya oleh PT Multipolar, perusahaan di bawah kelompok Lippo. Dengan adanya hypermarket ini, membuka persaingan hiper-market produk lokal untuk sejajar dengan hiper-market terdahulunya yang merupakan brand dari luar negeri yaitu  Carrefour dan Giant.

Nah itu dia. Bagaimana? Sepatut nya kita pun harus berbagga kan? Jadi ayo cintai produk dalam negeri!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *