Mari Kita Simak Hitungan Pajak Beli Properti


pajak-beli

Mendekati perubahan th., ada segelintir orang yang membidik tempat tinggal baru sebagai resolusi 2017 yang harus terwujud. Pertimbangannya mungkin saja lantaran tidak mau terus-terusan tinggal dirumah kontrakan, atau mungkin saja menginginkan tempat tinggal baru yang jumlah kamar tidurnya semakin banyak.

Bila beli tempat tinggal yaitu yang ke-2 kalinya, tentu Anda telah cukup memahami dengan prosedur yang berlaku dari A hingga Z. Namun bagaimana apabila ini pengalaman pertama kalinya?

Untuk first time buyer, beli tempat tinggal baru sebenarnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Terkecuali harga serta bukti legalitas yang akurat, Anda juga dituntut untuk jeli dalam soal perpajakan. Kenapa sekian?

Pajak serta besaran biayanya memanglah mesti di teliti dengan pas supaya tidak jadi bumerang di lain hari. Untuk memandu Anda dalam soal pajak beli property, tersebut Tempat tinggal. com tunjukkan simulasinya.

Perhitungan Besaran BPHTB

Seorang beli satu tempat tinggal di Jakarta dengan luas tanah 200m2 serta luas bangunan 100m2. Berdasar pada NJOP, harga tanah Rp700. 000 per m2 serta nilai bangunan Rp600. 000 per m2. Berapakah besaran BPHTB yang perlu di keluarkan oleh konsumen tempat tinggal itu?

* Harga Tanah : 200m2 x Rp700. 000 = Rp140. 000. 000

* Harga Bangunan : 100m2 x Rp600. 000 = Rp60. 000. 000 +

* Jumlah Harga Pembelian Tempat tinggal : = Rp200. 000. 000

* Nilai Tak Terkena Pajak *) = Rp60. 000. 000 –

* Nilai untuk penghitungan BPHTB = Rp140. 000. 000

* BPHTB yang perlu dibayar

5% : 5% x Rp140. 000. 000 = Rp7. 000. 000

(Baca juga : Mengetahui serta Mengerti Type Pajak Property)

Perhitungan Besaran PBB

Satu tempat tinggal dengan bangunan 100m2 berdiri diatas tempat 200m2. Umpamanya, berdasar pada NJOP (nilai jual object pajak) harga tanah Rp700. 000 per m2 serta nilai bangunan Rp600. 000 per m2. Berapakah besaran PBB yang perlu dibayar oleh yang memiliki tempat tinggal itu?

* Harga tanah : 200m2 x Rp700. 000 = Rp140. 000. 000

* Harga Bangunan : 100m2 x Rp600. 000 = Rp60. 000. 000 +

* NJOP sebagai basic inginaan PBB = Rp200. 000. 000

* NJOP Tak Terkena Pajak = Rp12. 000. 000

* NJOP untuk penghitungan PBB = Rp188. 000. 000

NJKP (Nilai Jual Terkena Pajak) : 20% x Rp188. 000. 000

= Rp37. 600. 000

Pajak Bumi serta Bangunan yang terutang :

0, 5% x Rp37. 600. 000 = Rp188. 000

* Aspek Pengurangan/Stimulus = Rp15. 000 –

PBB YANG HARUS DIBAYARKAN = Rp173. 000

Perhitungan Besaran PPN

Pajak Bertambahnya Nilai (PPN) atas penjualan property dipakai pada aktivitas penjualan bangunan baik berbentuk tempat tinggal, apartemen, kondominium ataupun beberapa jenis yang lain. PPN bakal dipakai pada konsumen, dipungut oleh penjual dengan catatan penjual yaitu Entrepreneur Terkena Pajak.

Sebagai basic inginaan PPN itu yaitu nilai transaksi sesungguhnya, tetapi jika nilai transaksi tersebut di bawah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) jadi sebagai basic inginaannya yaitu NJOP itu.

Untuk tempat tinggal baru, nominal PPN dibebankan sebesar 10% dari harga jual tempat tinggal. Berdasar pada info paling baru, tempat tinggal yang dipakai PPN jika harga nya di atas Rp36 Juta.

Jadi, jika Anda beli tempat tinggal baru di Depok seharga Rp400 Juta, jadi inginaan PPN-nya yaitu Rp40 Juta.

Dan jika Anda ingin jual rumah di Depok, silahkan cek juga biaya pajak penjualannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *