Kemenperin Dorong IKM Masuk ” Online ” Lewat e-Smart IKM


duit-pintarDirektur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya bakal menyiapkan pelaku IKM masuk e-commerce lewat program e-Smart IKM.

“Kemenperin sekarang ini meningkatkan program e-Smart IKM yang pada dasarnya adalah system database IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra, serta product yang nanti bakal diintegrasikan dengan beragam marketplace yang telah ada, ” ungkap Gati di Kemenperin, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Menurut Gati, e-Smart IKM bakal memberi faedah pelebaran pasar untuk IKM lewat promosi on-line, efektivitas serta efisiensi cost promosi serta pemasaran, dan memperoleh program-program pembinaan dari pemerintah.

” e-Smart IKM mengusung sembilan komoditas unggulan yang bakal diperkembang pemasarannya lewat e-commerce, yakni kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furniture, herbal, serta product logam, ” tuturnya.

Pada step pertama, Kemenperin bakal mempersiapkan 250 data produsen IKM yang telah tervalidasi untuk masuk sebagai pelapak. Pada bagian itu Kemenperin sudah bekerja sama juga dengan Bukalapak sebagai fasilitas penjualan untuk beberapa produk IKM.

Muhamad Fajrin Rasyid Co-Founder serta CFO Bukalapak menyampaikan, program e-Smart IKM memberi keuntungan seperti kwalitas barang yang terjamin, harga lebih berkompetisi lantaran barang segera dari produsen hingga selanjutnya bakal tingkatkan nilai transaksi di marketplace.

” Dengan support marketplace, e-Smart IKM dapat jadi terobosan baru yang diinginkan bisa jadi stimulan. Begitu, beberapa produk asli Indonesia yang berkwalitas dapat membanjiri pasar perdagangan on-line, ” terangnya.

Terkecuali pelebaran akses pasar IKM, Kemenperin akan bangun infrastruktur jaringan internet di sentra IKM berbarengan Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemenkominfo).

Pada step awal ditargetkan 50 sentra IKM bakal tersambung jaringan internet yang di bangun Kemenkominfo serta Kemenperin. Biaya pembangunan jaringan internet di sentra IKM sebesar Rp 600 juta per satu sentra IKM.

Diinginkan, karenanya ada fasilitas penunjang berbentuk jaringan internet jadi IKM bisa pasarkan product bikinannya lewat e-commerce.

Gandeng Industri Besar, Kemenperin Bangun Dapur Bersih untuk IKM

Dalam rencana tingkatkan mutu product makanan serta minuman Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berusaha dengan melibatkan industri-industri besar dalam menolong penambahan daya saing IKM.

Berbarengan dengan PT Arwana Citramulia Tbk, Kemenperin bangun dapur bersih untuk industri kecil serta menengah (IKM) pangan di daerah.

Perjanjian ini dalam rencana tingkatkan mutu product makanan serta minuman yang dihasikan oleh IKM dalam negeri lewat perbaikan sanitasi serta higienitas di dapur sebagai ruangan produksi.

“Berdasarkan data BPS th. 2012, populasi IKM pangan mempunyai jumlah paling banyak dibanding IKM bidang yang lain, yaitu meraih kian lebih 1 juta unit atau 30 % dari jumlah IKM keseluruhnya di Indonesia dengan menyerap jumlah tenaga kerja sejumlah 3, 17 juta orang, ” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (9/1/2017).

Pada saat itu, Menperin melihat penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) pada Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dengan Direktur Operasional PT. Arwana Citramulia Tbk Edy Suyanto mengenai pembuatan dapur bersih industri kecil serta menengah pangan di daerah.

“Sebagai sisi dari prinsip kerja sama ini, kami mereferensikan sentra IKM pangan mungkin yang bakal memperoleh pertolongan lewat usulan Disperindag daerah, ” tutur Gati.

Dalam hubungan kerja ini, Arwana Citramulia bakal memberi pertolongan keramik sesuai sama keperluan IKM itu.

“Upaya kami ini adalah satu diantara aktivitas dari corporate social responsibility yang teratur kami kerjakan berbarengan Kemenperin, ” kata Edy.

Pada step awal th. 2017, perusahaan bakal sediakan pertolongan keramik pada sentra IKM pangan seluas 5. 000 mtr. persegi. Setelah itu, ke-2 iris pihak bakal lakukan monitoring serta pelajari dengan cara berkala minimum enam bln. sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *